Sabtu, 13 Juli 2013

perpisahan keluarga

                                          

  Perpisahan Keluargaku

Alla Bapa yang Mahapengkasih, hatiku memuliakan Dikau dan jiwaku bersorak-sorai karena engkau Allah penuh kasih. Engkau menciptakan dan memelihara kami, anak-anakMu. Bimbinglah kami kuatkan hati kami sehinga tercapailah cita-citaku. Ya tuhan temani kami di sepanjang hidup kami dan bimbinglah siang malam hidup kami. Semoga semua orang tuaku mengakui Allah sebagai pencipta dan Bapa mereka. Dan semoga keluargaku hidup bersaudara tanpa membeda-bedakan apapun juga sehinga selalu dapat menikmati damai serta sukacita dalam hati mereka masing-masing.
Hari ini adalah hari bunda Maria dan hari yang aku perpisah keluargaku. Hari ini aku mengingatkan kebali sudah satu tahun perpisah keluargaku di bandara NICOLAU LOBATO TIMLES. “Perpisahan bukan berarti kita tidak akan bertemu kembali; tetapi perpisahan hanyalah saat ini, karena demi cita-citaku, aku harus dikejar sampai ditanganku baru kita bertemu kembali.”
Ayah, Ibu dan Adik-adik yang aku dicintai dan disayangi . Dicintai dan disayangi kalian adalah anugerah terindah yang tuhan berikan padaku. Tetapi waktu adalah perampok, mencuri saat-saat aku tumbuh. Keluargaku dapat melihat sekarang, aku sudah dewasa. Bagaimana bisa terjadi dimana rasanya baru kemarin keluargaku mengantarkan aku di hari pertama masuk sekolah?
Kalian melihatku begitu cemas (port. ansioso) menghadapi masa depanku. Dan kalian merasa cemas juga, bukan karena aku tidak akan sukses, tapi karena kalian harus melepaskanku. Kalian harus merelakanku memilih jalan yang aku pilih. Ketahuilah bahwa kalian di sana jika aku membutuhkan nasehat kalian. Kalian harap aku masih sudi (port. Condescender) untuk bertanya. Ketahuilah bahwa kalian menginginkan yang terbaik untukku, tetapi bagaimanapun aku harus memutuskan sendiri.
Sejak aku lahir, kalian telah dipenuhi oleh mimpi-mimpi akan tempat yang aku kunjungi, dan orang-orang yang akan aku temui. Menyadari bahwa saat ini, aku pergi jauh untuk mencari pengalamanku sendiri. Dan cinta kalian selalu bersamaku. Membuatku nyaman ketika aku sedang resah (port. inquieto). Bawah juga harapan kalian bersamaku. Semoga dapat menjadi keberanian di saat aku menghadapi kekalahan. Bawah juga segala cahaya yang kalian punya. Semoga dapat menjadi penerang jika aku mengalami kegelapan. 
Ini adalah proses dari kehidupan dan tujuan hidup kita. Kalian diberkahi dalam segala hal, tapi aku, anak kalian, telah menjadi berkah terbesar buat kalian. Pasti kalian selalu menyayangiku. Ayah, ibu,kakak-kakak, adik-adik, teman-teman dan keluarga semuan yang tercinta telah penuh kesabarang untuk membantu mendorong dan mendukung motivasi yang tanpa henti-hentinya baik moril maupun materil untuk masa depanku. Terimakasih banyak atas bantuan kalian semua yang aku dicintai. God bless us always…………!!!!!
 
                                                                                                 RIO LAY 
                                                                                        Yogya: 24 mei 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar